Minggu, 29 Juni 2014

Debat Capres: Ramai Masalah HAM, Soal KKN Sepi

RR1news: SEJAUH ini isu tentang Hak Asasi Manusia (HAM) sangat ramai diperbincangkan di sana-sini. Bahkan seakan sengaja dijadikan sebagai bentuk “serangan empuk” terhadap salah satu pasangan kandidat presiden tertentu.

“Saya memang agak kaget (heran), kebanyakan isu di sosial-media itu lebih banyak soal human-right (HAM). Itu sih penting, tentu. Tapi rakyat kita yang perhatian dan suka isu-isu seperti begitu hanya 10-15%, (itupun cuma kalangan) elit,” ujar Rizal Ramli di SindoTV ketika memberikan analisa tentang materi debat capres.

Sabtu, 28 Juni 2014

Rizal Ramli: Kedua Capres Lumayan, Cuma Visinya Sebaiknya Dikoreksi

RR1news: DIBANDING seluruh debat capres yang sudah digelar, debat capres sesi II yang bertema “Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial” tentulah yang amat penting untuk didalami. Sebab, di bidang inilah terletak permasalahan krusial bangsa selama ini, dan bergantung banyak harapan agar dapat mengubah nasib bangsa untuk 5 tahun ke depan.

Sehingga visi-misi pembangunan ekonomi dari kedua capres yang ada saat ini pun adalah menjadi sangat penting untuk dapat benar-benar dipahami oleh semua pihak.

Rizal Ramli Ingatkan Para Capres, Baru 20% Rakyat yang “Merdeka”

RR1news: PEMERINTAH yang akan datang harus benar-benar serius untuk sebisa mungkin meningkatkan kesejahteraan rakyat. Indikatornya sederhana, cukup dengan mengetahui Indeks Pembangunan Manusia yang mencakup di dalamnya adalah hal-hal yang mendasar.

Hal tersebut dikemukakan Dr. Rizal Ramli selaku ekonom senior ketika memberi analisa berupa masukan maupun saran terhadap visi-misi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial dari para capres, di SindoTV, minggu malam (15/6/2014).

Rizal Ramli: IPM Indonesia Ranking 5 di Asean

RR1news: SESUAI data dari badan dunia (PBB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia masih berada pada posisi paling rendah, yakni ranking 5 di Asean. Ranking 1 adalah Singapura; 2. Malaysia; 3. Thailand; 4. Philipina; dan 5. Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan seorang ekonom senior yang juga salah satu anggota panel ekonomi di badan dunia, Dr. Rizal Ramli, yang tampil sebagai analisis pada acara “De Voters” di SindoTV yang sengaja disiarkan secara live bersamaan digelarnya Debat Capres sesi II “Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial”, Minggu malam (15 Juni 2014), di Jakarta.

Senin, 23 Juni 2014

Inggris dan Spanyol di Worldcup, Cermin Nasib Bangsa Indonesia

Adhie Massardi
MESKIPUN bola itu bundar dan segala kemungkinan bisa terjadi di lapangan hijau, tapi tetap saja sulit dipercaya bahwa di Piala Dunia 2014 Brasil, Spanyol bisa begitu konyol, dan Inggris benar-benar bernasib tragis.

Berada di Grup B bersama Belanda, Chile dan Australia, dalam dua kali tanding Spanyol hanya berhasil menorehkan satu gol, ke gawang Belanda. Sedang gawangnya sendiri yang dijaga Iker Casillas kebanjiran 7 gol, 5 oleh Belanda dan Chile dua gol.

Timnas yang semula dijuluki “tim matador” itu langsung berubah menjadi pasukan banteng yang tersungkur, dan segera kembali ke negerinya dengan luka yang dalam. Sebab dalam sisa pertandingan lawan Australia Senin (23/6) besok, kalau toh menang dengan berapa pun gol yang berhasil diproduksi, tak akan mengubah nasib Spanyol.

Sabtu, 21 Juni 2014

Rizal Ramli Sarankan Visi-Misi Kedua Capres Sebaiknya Diperbaiki

RR1news: WAJAH masa depan ekonomi Indonesia masih dalam sketsa yang belum jelas, karena dua pasang capres yang ada saat ini sama-sama kurang menguasai masalah pembenahan ekonomi kerakyatan.

Hal ini terlihat pada debat capres kedua yang sudah digelar beberapa waktu lalu, sangat jelas keduanya sosok capres hanya mengandalkan analisa yang terkesan “instruksional”, dan juga diwarnai pemikiran yang “emosional”.

Kamis, 19 Juni 2014

Tokoh Lain “Berburu” Jabatan, Rizal Ramli Tetap Konsisten?

RR1news: ADA banyak tokoh-tokoh yang semula berapi-api menonjolkan dan membangga-banggakan diri sebagai figur yang paling layak memimpin negeri ini. Namun karena tidak terakomodir sebagai capres atau cawapres, para tokoh itu pun kini ramai-ramai menyeberang dan terang-terangan mendukung pasangan capres resmi masing-masing yang ada saat ini.